Apa itu Hidroponik Dutch Bucket ?

Hidroponik  
Tanaman cabai ditanam dengan sistem hidroponik dutch buchet, sistem ini dianggap efisien dan bisa untuk menanam sayuran buah seperti cabai, tomat, dll
Tanaman cabai ditanam dengan sistem hidroponik dutch buchet, sistem ini dianggap efisien dan bisa untuk menanam sayuran buah seperti cabai, tomat, dll

Para pecinta urban farming pasti sudah mengenal sistem hidroponik Dutch Bucket yaitu sistem hidroponik yang menggunakan dua buah wadah (ember), ember pertama sebagai tempat penampungan tandon air, sedangkan ember kedua yang bentuknya lebih kecil sebagai wadah atau tempat tumbuhnya tanaman.

Sesuai namanya Dutch Bucket awalnya dipopulerkan oleh masyarakat belanda yang dikenal sebagai bangsa yang cinta dan hemat air untuk kehidupan. Oleh karena sangat efisien dan hasil tanamanya bagus teknik ini cepat berkembang ke seantero jagad termasuk di Indonesia.

Untuk mengetahui cara kerja hidroponik sistem Dutch Bucket, mari kita kupas satu persatu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Cara kerja hidroponik Dutch Bucket:

1. Air dari wadah (ember) tandon utama dipompa melalui pipa keseluruh ember kecil yang digunakan untuk menanam

2. Ketika air sampai ke ember kecil tempat menanam tanaman, air dikocorkan atau di semprotkan, bisa juga diteteskan pada setiap tanaman.

3. Air yang dikocorkan atau disiramkan pada tanaman sebagian akan ditampung oleh ember kecil tempat menanam tanaman.

4. Daya tampung air pada setiap ember kecil yang dipakai untuk menaman maksimal hanya bisa menampung air sepertiga dari kapasitas ember.

5. Ketika air melebihi kapasitas maksimal ember kecil, air akan dialirkan kembali ke wadah (ember) tandon utama.

6. Begitu secara terus menerus sehingga air akan terus berputar dan tidak ada yang terbuang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Wadah (ember) tandon utama lebih besar dari wadah (ember) tempat menanam.

2. Nutrisi atau pupuk AB mix dilarutkan terlebih dahulu di wadah (ember) tandon utama sebelum dipompa ke seluruh ember kecil tempat penanaman.

3. Gunakan pompa air pada wadah (ember) tandon utama yang mampu memompa air keseluruh wadah (ember) tempat menanam

4. Pada wadah (ember) tempat menanam gunakan netpot yang cukup besar, bisanaya berdiameter 10 cm, agar dapat mendukung pengakaran tanaman yang lebih leluasa

5. Untuk menahan tanaman agar tidak roboh, gunakan media tanam yang tidak menimbulkan larutan material agar nantinya tidak mengganggu cara kerja pompa air. Media tanam bisa digunakan hidrotone, batu kecil, pecahan bata merah, dsb.

6. Gunakan sumbu kapiler pada netpot agar nutrisi dapat tersalurkan secara kontinyu pada akar tanaman.

Selamat mencoba. ( Slamet Riyanto )

Berita Terkait

Image

Resep Membuat Pestisida Nabati untuk Membasmi Hama Kutu Daun

Image

Empat Alasan Mengapa Hidroponik Perlu Green House

Image

Lima Jenis Sayuran Hidroponik Paling Laris

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image