Begini Cara Menjual Bisnis Sayuran Hidroponik Rumahan

Hidroponik  
Ibu-ibu Kelompok Tani Pagertani Maharaja Depok, Jawa Barat usai melakukan pengemasan slada hidroponiknya dan siap diambil para calon pembelinya
Ibu-ibu Kelompok Tani Pagertani Maharaja Depok, Jawa Barat usai melakukan pengemasan slada hidroponiknya dan siap diambil para calon pembelinya

Ketika booming berbudidaya hidroponik hampir setiap rumah memiliki instalasi hidroponik mulai dari skala kecil dengan bak air dengan sistem wick sampai intalasi cukup serius dengan kapasitas 500 lubang tanam.

Panen pertama sampai kedua mereka masih evoria menikmati segarnya sayuran hidroponik, dibagikan untuk keluarga dekat dan tetangga sekitar rumah, namun ketika sudah berkali-kali panen mereka berfikir bagaimana caranya agar biaya operasional menaman bisa kembali, dengan cara menjual hasil panen sayurannya.

Jika jumlah tanamannya masih sedikit dipastikan habis dikonsumsi untuk keluarga, namun bagaimana jika hasil panennya sudah lumayan banyak, sedangkan usia sayuran tidak akan lama.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Masalah berikutnya adalah harga sayuran hidroponik berada di atas rata-rata sayuran yang dibudidayakan secara konvensional yang biasa dijual di pasar tradisional.

Dari berbagai pengalaman para pelaku urban farming sayuran hidroponik, ternyata menjual sayuran sehat ini sangat mudah. Kelompok tani Pagertani Maharaja Depok, Jawa Barat ini misalnya, setiap kali panen sayuran yang ditanam tanpa tanah ini menghasilkan sekitar 1100 lubang tanam, semua sayuran ludes tidak lebih dari dua jam begitu sayuran dipanen. Caranya bagaimana?

Tim marketing yang dipegang oleh ibu-ibu yang termasuk dalam kelompok tani ini memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini sudah merakyat yaitu dengan menggunakan telephone genggam dengan WA (WhatsApp) grupnya. Dengan memanfaatkan WA grup ini sangat efekti untuk menawarkan produk sayuran hidroponiknya, tim marketing cukup mengambil gambar sayuran di kebun tentu saja dengan mengambil engle yang menarik dan di posting di WA grup khususnya yang beranggotakan masyarakat dilingkungan rumahnya.

Selain WA, ibu-ibu juga memanfaatkan media sosial yang populer dikalangan ibu rumah tangga dan anak muda saat ini yaitu Instagram (Ig)

Media sosial yang menampilkan foto-foto cantik ini dimanfaatkan untuk mengunggah foto kebun sayur hidroponik yang akan dipanen, dan ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi ibu-ibu calon pembeli.

Hal yang juga bisa menarik perhatian calon pembeli adalah boleh datang langsung dan memanen sendiri sayuran dan tentu saja bisa sambil berfoto selfi di area kebun sayur hidroponik yang hijau dan menyejukkan.

Nah mudah kan? Jadi jangan khawatir berkebun dengan memanfaatkan ruang kosong disekitar rumah bisa menghasilkan cuan, syaratnya konsekwen, konsisten, dan telaten. (Slamet Riyanto)

Berita Terkait

Image

Resep Membuat Pestisida Nabati untuk Membasmi Hama Kutu Daun

Image

Empat Alasan Mengapa Hidroponik Perlu Green House

Image

Lima Jenis Sayuran Hidroponik Paling Laris

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image