Kelebihan dan Kelemahan Sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT)

Hidroponik  
Budidaya kangkung skala hobi dengan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT), ada segudang kelebihan namun juga ada kekurangannya
Budidaya kangkung skala hobi dengan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT), ada segudang kelebihan namun juga ada kekurangannya

Hidroponik masih menjadi faforit para pecinta urban farming, banyak teknik yang bisa digunakan. Masing-masing ada segudang kelebihan dan kelemahannya.

Tulisan sebelumnya kami sajikan Kelebihan dan Kelemahan Sistem hidroponik Nutrient Flow Technique (NFT), kali ini kita lanjutkan dengan membahas Kelebihan dan Kelemahan Sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT).

Hidroponik sistem DFT sangat populer dikalangan para pemula hidroponik atau untuk kebun skala kecil, hobi, namun juga banyak untuk skala industri.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Mengapa pilihan jatuh pada sistem DFT? Tentu ada banyak kelebihannya dengan sistem yang membiarkan ada air yang tergenang disetiap instalasai hidroponik ini.

Mari kita simak berbagai kelebihan sekaligus kekurangan sistem hidroponik DFT.

Sistem hidroponik DFT banyak diminati para pemula, atau penghobi hidroponik
Sistem hidroponik DFT banyak diminati para pemula, atau penghobi hidroponik
Kelebihan sistem hidroponik DFT
1. Pertumbuhan Lebih Cepat. Hidroponik sistem DFT pada setiap instalasi hidroponik akan menyisakan genangan air kurang lebih sekitar 1 sampai 2 cm, sehingga akar tanaman akan dijamin ketersediaan nutrisi selama 24 jam penuh.

2. Masa Panen Lebih Cepat. Ketersediaan nutrisi yang optimal akan berpengaruh pada proses pertumbuhan lebih optimal, sehingga masa panennya pun bila lebih cepat.

3. Pertumbuhan tanaman lebih seragam. Dikarenakan suplay nutrisi merata ke semua tanaman

4. Jika aliran listrik padam tnaman masih bisa bertahan. Oleh karena sistem DFT menyisakan genangan air pada insalasi, maka ketika ada gangguan pada pompa air maupun padamnya aliran listrik, tanaman masih bisa bertahan, tidak mengalami dehidrasi, atau layu.
5. Perawatan Lebih Mudah. Bagi para pemula yang menggeluti hidroponik, sistem DFT lebih cocok karena perawatan relatif lebih mudah. Misalnya jika lupa melakukan pengontrolan, tanaman masih bisa tumbuh sesuai harapan.
Kekurangan sistem DFT ini adalah :
1. Bisa Kemungkinan Busuk Akar. Jika akar tanaman terendam terlalu dalam, maka tanaman bisa mengalami busuk akar yang berakibat pada kematian, dan bisa kekurangan oksigen terlarut sehingga membuat pertumbuhan tanaman terganggu.

2. Kebutuhan Air Lebih Banyak. Oleh karena sistem DFT menyisakan genangan air di instalasi maka secara otomatis kebutuhan air lebih banyak, dan efeknya adalah kebutuhan nutrisi juga lebih banyak.

3. Menimbulkan Endapan pada Instalasi. Air yang menggenang akan menimbulkan endapan pada instalasi, kemungkinan akibatnya adalah bakteri akan tumbuh subur.

Apapun metode yang diterapkan selama dikelola dengan baik dan benar, maka segala kelemahan akan bisa diatasi. ( Slamet Riyanto )

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Menggabungkan Bak Air Tandon Nutrisi Hidroponik

Cara Memilih Bak Tandon Hidroponik

Menanam itu Ibadah dan Berpahala

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image